Potret Seorang Filsuf Materialis

Image

Pembimbing tesis saya memberikan sebuah teka-teki dalam pertemuan perdana kami. Saat saya meminta referensi bibliografi sebagai bahan tesis, beliau menyarankan untuk membaca tulisan terakhir Althusser berjudul “A Portrait of A Materialist Philosopher”. Menurutnya ini adalah salah satu teks kunci untuk memahami relasi ambivalen antara sains, filsafat dan ideologi dalam pemikiran Althusser. Oke. Ia tidak bilang mengapa teks ini penting, ia hanya menyuruh saya membacanya baik-baik. Sebuah teks yang sangat pendek, dengan kalimat-kalimat terpotong dan..barangkali sedikit delusional? Koboi-koboi Amerika dan Marxisme? Ketakutan terhadap dialektika materialis? Hmm. Dunia saya jungkir balik dibuatnya.

“A Portrait of A Materialist Philosopher” ditulis Louis Althusser tahun 1986. Dialihbahasakan ke bahasa Indonesia dengan membandingkan terjemahan bahasa Inggris M. Goshgarian dalam kumpulan tulisan Philosophy of The Encounter: Later Writings, 1978-87 (London: Verso 2006) dan terjemahan Arianna Bove dari link ini.

Usia tidaklah penting. Ia bisa sangat tua atau sangat muda. Yang terpenting adalah bahwa ia tidak tahu dimana ia berada, tapi ingin pergi ke suatu tempat. Inilah sebabnya mengapa ia selalu mengejar kereta yang sedang berjalan, seperti koboi-koboi Amerika. Tak peduli darimana kereta datang, pun kemana tujuannya. Lalu ia akan turun di tengah perjalanan, di stasiun kereta tak jelas di sebuah desa yang terpencil letaknya.

Saloon, bir dan wiski:

“Hey, darimana asalmu, bung?”

“Dari jauh.”

“Mau kemana?”

“Entahlah.”

“Kalau mau, aku punya pekerjaan yang cocok untukmu.”

“Oke.”

Dan Nikos pun mulai bekerja. Ia lahir di Yunani, lalu pindah ke Amerika seperti kebanyakan orang di sana, dan tak memiliki uang sepeser pun. Nikos bekerja dengan tekun, dan setahun kemudian ia menikahi perempuan paling cantik di desa itu. Ia rajin menabung sehingga perlahan-lahan berhasil membeli seekor sapi di peternakan. Dengan kepandaian dan mata yang tajam dalam menyeleksi hewan ternak, sepuluh tahun kemudian ia berhasil memiliki ternak dengan kualitas terbaik.

Sekumpulan hewan ternak terbaik = Sekumpulan kategori dan konsep terbaik. Persaingan dengan peternak lain memang ada–tapi segalanya berjalan damai. Semua orang mengakui bahwa ia adalah yang terbaik, begitu pula kategori serta konsep yang ia miliki (atau “sapi-sapinya”), juga dianggap sebagai yang terbaik. Ketenarannya mulai tersiar luas di tingkat lokal maupun nasional.

Dari waktu ke waktu, sesekali ia masih mengejar kereta yang sedang berjalan sekedar untuk melihat, mengobrol, mendengar– seperti Gorbachev di jalanan Moskow. Lagipula, bukankah seseorang bisa mengejar kereta kapanpun ia mau kalau ia tak punya tujuan!

Karena sangat terkenal, ia sebetulnya bisa saja terpilih jadi presiden. Ya, ia yang awalnya bukan siapa-siapa. Tapi, tidak. Ia lebih memilih untuk berkelana, menelusuri jalanan; karena begitulah bagaimana seseorang dapat memahami arti filsafat yang sesungguhnya, sebagai sesuatu yang selalu nangkring di kepala dan selalu bertentangan.

Itulah mengapa ia mulai membaca filsafat Hindu dan Cina (Zen), sekaligus Machiavelli, Spinoza, Kant, Hegel, Kierkegaard, Cavailles, Canguillhem, Vuillemin, Heidegger, Deridda, Deleuze, dan seterusnya. Maka tanpa pernah diniatkan sedikit pun, ia menjadi semacam seorang filsuf materialis profesional; tapi bukan yang menyeramkan seperti materialis dialektis, melainkan materialis yang aleatoris.

Ia pun mencapai tingkat kebijaksanaan klasik, seperti ‘pengetahuan’ tingkat ketiga-nya Spinoza, manusia super-nya Nietzsche, serta pemahaman atas keberulangan yang abadi: bahwa segalanya adalah ulangan dan hanya ada melalui pengulangan diferensial. Sekarang ia dapat berdiskusi dengan para idealis-idealis yang hebat. Bukan hanya ia telah memahami mereka, tapi ia bahkan bisa menjelaskan kepada mereka alasan dari tesis-tesis mereka sendiri! Orang lain mungkin akan menolak pandangan ini dengan penuh kebencian, tapi peduli setan: Amicus Plato, magis amica Veritas! (Plato memang temanku, tapi Kebenaran-lah teman terbaikku!)

 

Advertisements


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s