Setelah Membaca Olenka

1.

Budi Darma mengatakan, bahwa kebanyakan tema dalam cerpen atau novelnya adalah kisah tentang kepahitan.Ia juga mengatakan, bahwa cerita-ceritanya merupakan, “serangkaian jatuh bangunnya individu dalam usaha mereka untuk mengenal diri mereka masing-masing. Sadar atau tidak, setiap individu harus mengakui bahwa hidupnya adalah serangkaian kekosongan.” Bagi saya cara Budi Darma menceritakan kepahitan, sangatlah ajaib.

Mengapa saya mengatakan kepahitannya sebagai sesuatu yang ajaib, adalah karena saya merasa tokoh-tokoh dalam novel ini bertindak, berkata dan berperilaku dengan absurd. Dan kemudian setelah membaca novel ini, saya lantas memikirkan kembali makna “absurd”. Apakah absurd itu? Apakah ia berarti tidak masuk akal, aneh, omong kosong, atau apa? Masing-masing tokoh utama dalam novel ini; Fanton Drummond, Olenka dan Wayne Danton, menunjukkan bagaimana usaha jungkir balik manusia dalam memperjuangkan eksistensinya. Dan tokoh-tokoh ini adalah tokoh yang kalah. Yang tak selalu harus menjadi berarti sebelum ia mati. Ia akan selalu terombang-ambing di antara “nasib” dan “kemauan bebas”. Apakah ada orang yang memang ditakdirkan untuk menjadi jahat? Jika menjadi jahat adalah nasib, mengapa kita harus mempertanggungjawabkannya? Tapi sebaliknya, jika kehidupan adalah tentang pilihan-pilihan, begitu banyak hal yang tidak dapat dikuasai dan dikontrol oleh manusia. Jadi benarkah manusia menggantungkan nasibnya pada diri sendiri? Manusia mencari-cari tahu apa arti hidup. Dan apakah hidup itu?

Tentang pribadi Olenka, Fanton Drummond berkata, “Kadang-kadang saya merasa bahwa dalam usahanya untuk menghindarkan kesengsaraan, dia justru mencari kesengsaraan. Seperti yang pernah dikatakannya sendiri, seluruh hidupnya merupakan rangkaian perayaan untuk melupakan kesengsaraan dengan mengingatkan diri bahwa dia tidak akan terlepas dari kesengsaraan. Jalan untuk membebaskan dirinya dari kesengsaraan adalah selalu menyadari bahwa kesengsaraan selalu ada.” (hlm 216)

2.

Ajaib pula adalah, bagaimana Budi Darma menyusun kata-kata. Cara ia menulis sangatlah menarik. Pada bagian akhir novel, yang diberi judul “Asal Usul Olenka”, Budi Darma menjelaskan bagaimana ia membangun cerita dalam novel ini dari sebuah pertemuannya dengan perempuan di lift, yang kemudian juga menjadi bagian pertama dalam novel Olenka. Beliau tidak dapat menjelaskan dengan seksama, darimana keinginan tiba-tiba untuk menulis muncul setelah bertemu dengan perempuan di lift itu. Bahwa kemudian sejak mulai menulis pun, ia tidak memiliki intensi apa-apa, tahu-tahu 3 minggu kemudian, terciptalah novel Olenka. Namun bukan berarti pula bahwa novel Olenka turun dari langit, laiknya wahyu Tuhan. Pendekatan logisnya adalah, sejauh pemahaman saya, kegiatan menulis adalah sebuah kegiatan mengumpulkan, menyatukan dan membangun ulang petilan-petilan dari ingatan-ingatan kita atas apa yang kita baca, dengar, lihat atau lakukan. Novel Olenka, meskipun lahir dari intuisi adalah juga merupakan kumpulan pengalaman-pengalaman, atau obsesi-obsesi Budi Darma yang belum selesai. Kenapa nama Olenka muncul misalnya, jika dirunut-runut ternyata adalah karena saat masih SMP di Salatiga, Budi Darma pernah begitu menyukai sebuah cerpen Anton Chekov, berjudul “The Darling”, yang tokoh utamanya adalah seorang perempuan bernama Olga Semyonova. Ketika kemudian Budi Darma tinggal di Bloomington, tidak sengaja ia menemukan kembali buku kumpulan cerpen di pasar loak, beberapa minggu sebelum menulis Olenka. Bahwa kelak ia mengetahui nama asli Olga dalam bahasa Rusia Olenka, itu adalah sebuah kebetulan, atau menurut Budi Darma, “Dengan tidak sadar saya telah mengambil nama itu bukan karena nama itu sendiri, tetapi karena nasib pemiliknya.”

Saya pikir dalam proses penulisan novel ini pun, antara alam bawah sadar dan alam sadar keduanya saling bekerja sama. Antara memori yang samar, pikiran yang mengganggu dengan common sense saling bersekongkol, sehingga dari membaca Olenka, saya juga kemudian bisa menerka apa saja referensi Budi Darma saat menulis novel ini. Beberapa catatan kaki pada novel ini juga merupakan sebuah usaha Budi Darma untuk meneropong bagaimana caranya berpikir saat menyusun novel ini, yang kadang berasal dari buku yang sedang ia baca, tak selalu bersifat akademis, kadang hanya impresinya saja.

Cara menulis lain yang menarik, adalah cara menulis Wayne Danton, salah satu tokoh dalam Olenka, yang merupakan seorang pengarang cerpen, yang barangkali pintar, tapi congkak dan kata Olenka, “Miring otaknya.” Wayne adalah pengarang yang sering tidak punya ide untuk menulis. Salah satu caranya menulis ialah dengan meniru metode seorang penulis Rusia yang ia lupa namanya. Sang penulis Rusia ini mempunyai kebiasaan berjalan-jalan. Pada waktu berjalan-jalan, kadang ada kata-kata indah yang tiba-tiba muncul di kepalanya. Kata-kata itu kemudian ia tulis di secarik kertas dan ia tempel di dinding kamarnya. Ia sering menulis karya-karyanya dengan menggunakan petilan kata-kata itu sebagai batu loncatan. Wayne meniru cara menulis ini. Dan saya pun tiba-tiba ingin meniru pula model menulis ini, sebab saya merasa menulis bukanlah menciptakan, tapi tepatnya mengumpulkan dan menjadikannya kesatuan. Tugas penulis ialah membentuk kesatuan ini menjadi pribadi yang berbeda dari serpihan-serpihan temuannya.

Saya pikir, salah satu pelajaran yang saya dapat setelah membaca Olenka ialah, bahwa jika anda ingin pandai menulis, anda perlu rajin mengamati sekeliling dengan detail, dan tentunya banyak membaca. Kemampuan menulis bukanlah bakat alam yang datang dari langit; ia adalah kristal-kristal dari kemampuan kita mengamati dan merasakan. Saya suka buku ini.

P.S. Buku ini terbit tahun 1979. Saya baru membacanya 2 hari yang lalu, cetakan ke 9 penerbit Balai Pustaka. Desain sampul cetakan yang terbaru jelek sekali, terlihat seperti novel horor psikologis Islami. Foto sampul di atas adalah temuan saya di artefak Google, sampul cetakan pertamanya.

Advertisements


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s