Oscar Wilde

 

Gara-gara membaca Olenka, saya jadi ingat bahwa saya punya satu foto makam Oscar Wilde di Pere Lachaise yang bagi saya baguuus sekali. Foto ini saya ambil sendiri dengan menggunakan kamera Holga, dan mungkin karena matahari yang sedang cerah, angle saya yang sedang bagus, atau memang bangunan makam ini memang sangat menarik, saya merasa bahwa hasil foto ini sangat oke.

Waktu memotret makam ini, saya hanya tahu bahwa Oscar Wilde adalah seorang penyair dan penulis naskah drama yang terkenal. Tapi saya belum pernah membaca satu pun karyanya, bahkan sampai sekarang. Tapi melihat betapa makamnya begitu dipuja, sampai-sampai makam itu dipenuhi bekas kecupan ribuan orang, saya pikir pasti Wilde adalah penyair yang sangat romantis. Dalam bayangan saya, barangkali seperti Sapardi Djoko Damono. Soalnya, memang biasanya segala sesuatu yang cinta-cintaan itu lebih laku dan populer di kalangan perempuan-perempuan.

Kembali ke Oscar Wilde dan Olenka, dari novel Budi Darma ini saya baru tahu kalau Oscar Wilde itu biseks. Entah gay atau biseks. Budi Darma menggunakan Oscar Wilde sebagai pembanding perilaku Olenka yang juga pernah jatuh cinta dan bercinta dengan seorang perempuan.

Berikut saya kutipkan catatan kaki no 40 Budi Darma tentang Oscar Wilde,

Orang tua pengarang Oscar Wilde menginginkan mempunyai anak perempuan, tetapi ternyata Oscar lahir sebagai anak laki-laki (1859). Sampai bertahun-tahun Oscar diberi pakaian perempuan, dan diperlakukan sebagai anak perempuan. Setelah dewasa, dia menggunakan jubah putih kedomboran, mondar-mandir memberi ceramah tentang seni untuk seni. Meskipun istrinya cantik dan aleman, dia main-main dengan laki-laki bangsawan bernama Lord Alfred Douglas. Akibatnya, pada tahun 1895 dia dijebloskan ke penjara. Dengan membawa perasaan malu setelah lepas dari penjara dia mlencing ke Paris, minum-minum dan akhirnya mati di sana pada tahun 1900. 

Dari pencarian tidak serius di Google, saya juga tahu bahwa bekas kecupan lipstik itu ditinggalkan oleh para pemuja Wilde, yang bisa jadi belum membaca karyanya melainkan karena mereka menjadikan Wilde sebagai sebuah ikon pahlawan yang dipenjara karena cinta; ia dianggap sebagai martir bagi kaum homoseksual.

Hmmm… Oscar Wilde pernah berkata, “History is merely gossip. But scandal is gossip made tedious by morality.”

Advertisements


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s