catatan

catatan tentang ide yang muncul waktu ngobrol dgn seorang teman soal filsafat barat dan timur serta ttg ide proyek filsafat nusantara-nya fakultas yang lack of stand point. ingin menjadikannya sebuah  tulisan utuh, tapi butuh banyak referensi. catatan ini baru serpihan ide yang muncul selintas, beberapa klaim yang masih ingin kucari kebenarannya. bagi yang punya referensi yang cocok, minta ya. khususnya ttg sejarah filsafat, bagaimana pembedaan filsafat sbg ilmu dan sbg way of life.

———————————————————————————————————————————–

– asal mula filsafat itu di barat, di yunani (tapi barangkali ada campuran “timur”nya dari matematika (arab), ilmu astrologi.–> jadi timur ga selalu pake intuisi juga kan?)

– campuran antara sains dan filsafat (menghancurkan mitos agama, menggabungkan sains (mat, fisika) dan filsafat –> krn rasa ingin tahu ttg dunia)

– lalu, waktu mat, fisika, biologi mulai membentuk disiplinnya sendiri, filsafat juga menjadi disiplin sendiri sbg ilmu (apa pernyataan ini benar?).–> kapan munculnya?

– filsafat  berhubungan dengan ilmu alam, kosmologi, epistemologi

– ttg tuhan juga dihubungkan dgn kemampuan manusia mempersepsi alam

– filsafat, hubungannya dgn ilmu sosial? ilmu sosial akarnya mungkin dr filsafat moral (etika dr socrates juga sudah ada), di timur sudah ada confucius ttg peran manusia (man) dalam society. tapi ia mulai umum. mulai muncul di ilmu modern, sbg sosiologi

– filsafat modern= renaisans = teknologi

– modern science = modern philosophy

– apa kita harus bisa membuat perbedaan yg jelas antara filsafat sbg ilmu (dia merupakan generalisasi dari seluruh bidang keilmuan?) dan filsafat sbg jalan hidup (kebijaksanaan)? drmana ya melacaknya?

– masih pentingkah membedakan timur dan barat, ketika sintesa filsafat barat timur terjadi sejak awal?

– apa perlu menegaskan garis filsafat timur?

– apa itu filsafat timur? secara geografis, atau secara bentuk pemikiran?timur dianggap intuitif, barat lebih rasional

kalau secara bentuk pemikiran, apa kaum intelektual indonesia saat ini masih berada di daerah berpikir dgn intuisi?

– bicara ttg filsafat nusantara. kenapa filsafat nusantara diarahkan pada kebudayaan yang sifatnya tradisional apalagi kearifan lokal (dan kearifan lokal dibayangkan sbg nilai2 yang hidup dalam tarian, musik tradisi, yang pertanyaanya apa masih jadi bagian dr kehidupan sehari2? masihkan ia bentuk ekspresi? atau ia cuma ada sbg tradisi belaka? sudah tanpa nilai, apa masih bisa disebut kearifan?) , bagiku seolah2 mengukuhkan cara berpikir kita yang intuitif. sangat eksotik?. mau dibawa kemana? filsafat nusantara tidak menggambarkan kehidupan kita saat ini. hasil dr penelitian filsafat nusantara nanti cuma suatu bentuk inventarisasi saja, semacam museum sejarah kebudayaan kita. tapi ya sudah. gunanya apa?

– bgmn dgn usaha “menyambung2kan” tradisi kita, dan tradisi disebut sbg kearifan lokal, dengan teori2 filsafat barat? kembali ke pertanyaan, bisakah menggabungkan filsafat sbg jalan hidup dgn filsafat sbg sains? menggabungkan atau menyama2kan? apa poinnya? manfaatnya? membuat kita seolah2 sama dgn barat?

– ide membuat epistemologi timur? apa ada? apa perlu?

– filsafat nusantara penuh “nilai-nilai”. ada ide untuk mengembalikan bangsa kita pada “nilai-nilai luhur bangsa”. tapi itu membuat seolah nilai2 barat itu buruk, semacam moral panicking.

– apa kita perlu kembali ke “nilai-nilai luhur”? bagaimana jika ternyata konsep itu juga sudah ada di barat? apakah demoralisasi harus selalu kita salahkan pada barat? pengkambinghitaman?

– penting juga merumuskan filsafat kebudayaan indonesia yang kontemporer, materinya: our everyday life.

kebudayaan harus dilihat sbg sesuatu yang fluid, bukan statis

Advertisements


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s