Museum Of Innocence

Maaf, jika saya tampak terlalu terobsesi dengan buku ini, sebab sudah tiga postingan yang saya buat terkait dengan Museum Of Innocence karya Orhan Pamuk.

Dalam posting sebelumnya saya menceritakan bagaimana konsep-konsep cinta yang saya temukan dalam perjalanan membaca buku ini. Namun, yang juga tak kalah penting, buku ini bukanlah sekedar epik romansa cinta dua orang manusia, tapi juga sebuah gambaran panoramik tentang keadaan kebudayaan Turki di era 70-an yang sedang dalam masa transisi menjadi modern. Dalam novel ini kita dalam melihat secara detail lanskap Istanbul dan bagaimana kebudayaan Barat dan Timur kala itu bertabrakan dalam kehidupan kaum borjuis Turki. Saya baru tahu, bahwa proses penulisan novel ini dimulai dengan Pamuk yang membeli sebuah gedung tiga tingkat untuk berinteraksi dengan cerita buatannya. Pada tahun 2008, baik novel dan museum yang dibuat berdasarkan cerita tersebut telah siap diluncurkan. Dalam novel tersebut, Kemal, sang tokoh utama dan pemilik musem yang didevosikan untuk Fusun, perempuan yang dicintainya– bahkan menetapkan bahwa pembaca Museum Of Innocence dapat membawa buku tersebut yang di salah satu halaman terakhirnya terdapat tiket gratis untuk masuk ke museum ini dan melihat benda-benda koleksi Kemal.

Berikut adalah foto-foto dari Museum of Innocence yang terdapat di Beyoglu, Turki.

Bangunan tiga tingkat yang dijadikan lokasi Museum Of Innocence

Di dalam museum ini terdapat 83 benda yang masing-masing menggambarkan 83 bab dalam buku ini. Namun, Pamuk menjelaskan mengenai hubungan antara novel dan museumnya adalah dua hal yang berbeda. “The museum is not an illustration of the novel and the novel is not an explanation of the museum. They are two representations of one single story perhaps.”

Kunci adalah benda sehari-hari yang dapat ditemukan dimana saja. Pamuk ingin museum ini berisi objek-objek sederhana yang mampu merupakan elemen-elemen kecil pembentuk kota, dan itu berarti termasuk peta kota, gembok atau telepon umum.

Dua tokoh utama dalam novel ini adalah saudara jauh. Di Turki era 50-60an, ada kebiasaan dimana anak-anak dari keluarga yang lebih kaya memberikan mainan bekasnya pada saudaranya yang lebih miskin. Ketika Kemal dan Fusun bertemu dan menjadi kekasih, Fusun ingat bahwa dulu keluarga Kemal pernah memberikan sepeda ini kepadanya sebagai hadiah.

Gigi palsu ini menggambarkan ingatan indah Kemal dengan ayahnya yang sudah meninggal. Gigi palsu ini terletak di samping meja tidur ayahnya yang meninggal karena serangan jantung di saat tidur.

Fusun senang melukis, dan untuk mengisi waktunya yang membosankan dan hari-harinya yang stagnan ia menggambar burung-burung yang popular di Istanbul. Pada beberapa kesempatan di saat makan malam, momen untuk Kemal dapat berdua dengan Fusun adalah ketika Fusun sedang menunjukan lukisan terbarunya.

Alat parut ini memiliki satu bab sendiri di dalam novel. Kemal sering mengambil (mencuri memang bukan kata yang tepat) benda-benda yang terdapat di rumah Fusun untuk menjadi koleksinya. Suatu malam ketika dalam perjalanan pulang, ia dihentikan polisi untuk razia rutin, dan dicurigai karena membawa alat parut ini. Kecurigaan berlebihan para polisi menggambarkan bagaimana situasi kemanan yang diperketat pasca kudeta di pemerintahan Turki.

Dalam kesederhanaan benda-benda sehari-hari yang dikumpulkan Pamuk dalam Museum of Innocence, Pamuk juga sedang mempertanyakan kembali makna musem Barat yang seringkali dibuat dengan arsitektur bangunan megah berisi artefak-artekak monumental untuk menggambarkan kejayaan peradaban bangsa tertentu. Ia menerangkan, ada dua jenis kolektor. Yang pertama adalah kolektor yang mengoleksi barang-barang tertentu dengan tujuan untuk memamerkannya kepada dunia. Tipe kedua justru memiliki kecenderungan menyembunyikan koleksinya sebab ia memburu barang-barang for the sake of collecting.

Bagi Pamuk, koleksi museum harus mampu mengubah waktu menjadi ruang, agar pengunjungnya dapat turut merasakan secara intim kenangan dan memori sang kolektor.

Advertisements


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s