mungkin suatu hari nanti kita harus membeli oksigen di mars

Saat melihat ayah saya membeli dan meminum air oksigen saya mulai ketakutan. Mungkin anda pernah dengar lelucon satir tentang kehidupan Jakarta yang keras, “Di Jakarta, kencing aja bayar”. Tiba-tiba saya berpikir, jangan-jangan nanti, entah berapa tahun lagi, kita harus membeli oksigen untuk dapat terus bernafas. Saya tidak habis pikir, kenapa orang merasa perlu meminum air oksigen? Bukankah oksigen itu tersedia gratis dimana-mana? Kenapa pula ada orang yang begitu “kreatifnya” menjual oksigen? Saya curiga, produk air oksigen ini jangan-jangan hanya sekedar kibul kapitalisme saja?

Rasa curiga ini mengantarkan saya pada sebuah artikel tentang penelitian khasiat air oksigen. Dalam artikel tersebut dinyatakan bahwa saat ini, tidak ada penjelasan ilmiah atau logika rasional yang menyarankan bahwa meminum air oksigen dapat meningkatkan kadar oksigen pada tubuh. “Kesimpulannya adalah air oksigen tidak lebih berkhasiat dari air biasa,” kata pemimpin peneliti John Porcari, PhD. “Mekanisme fisiologi tidak disana untuk mendapatkan ekstra oksigen dari air itu. Maka tidak ada jalan fisik bahwa produk ini dapat meningkatkan kadar oksigen dalam darah.” Artikel lebih detail bisa dibaca disini. Walau begitu, artikel ini in sebetulnya saya dapatkan dari perusahaan air minum Cheers yang menjual air mineral biasa, bukan air oksigen. Jadi, lagi-lagi saya curiga, penelitian yang ditulis di website Cheers Indonesia pun jangan-jangan memiliki unsur politis dalam penjualan bisnis air minum. Apalagi, setelah mengenal istilah pseudoscience dalam kuliah filsafat bahasa, saya semakin berhati-hati dalam menerima penelitian yang jangan-jangan sekedar “sok ilmiah”

Dalam tulisan ini, saya tidak akan memfokuskan diri ke masalah sebetulnya air oksigen itu berkhasiat atau tidak, karena saya memang tidak memiliki kapasitas di bidang itu. Saya lebih ingin membicarakan tentang penjualan oksigen ini. Dalam buku “Anarki Kapitalisme” sang penulis, Andre Gorz, menggugat kaum kapital yang “menjual” pantai (beserta matahari, pasir dan air lautnya) atau gunung (beserta pepohonan dan udara segarnya) dengan membangun resort atau villa mewah sehingga hiburan alami macam pantai dan gunung yang seharusnya merupakan milik bersama hanya dapat diakses oleh orang-orang kaya. Penjualan air oksigen adalah salah satu bentuk dari pengkomoditisasian unsur-unsur alam yang harusnya bisa didapatkan dengan gratis. Harga air oksigen memang jauh lebih mahal daripada air mineral biasa, dengan iming-iming bahwa dengan meminum air oksigen tubuh akan lebih segar, lebih mudah konsentrasi dan sebagainya dan sebagainya. Padahal, sebetulnya belum ada bukti yang jelas bahwa air oksigen memang berkhasiat. “Khasiat” yang diperoleh oleh para pengonsumsi air oksigen ini, jangan-jangan hanya sugesti akibat kibul-kibul iklan sahaja. Sama halnya ketika kita merasa lebih keren jika memakai jeans merek LEVI”S karena harganya lebih mahal.

Ada 6 milyar penduduk di muka bumi ini. Dan menurut Thomas Hobbes, manusia-manusia ini memiliki naluri untuk saling membunuh layaknya serigala atas nama mempertahankan hidup. Naluri membunuh ini disebabkan karena rasa takut akan kematian. Dan nyatanya, orang yang memiliki lebih banyak harta biasanya lebih takut mati, karena mereka “kehilangan” lebih banyak daripada orang miskin.  Di jaman yang katanya bermoral ini, bunuh membunuh di alam terbuka dengan golok tentu diangap melanggar hak asasi. Maka naluri untuk saling membunuh itu “dilembagai” oleh negara sehinga kini yang terjadi adalah naluri untuk saling menguasai. (Apakah ini terdengar lebih beradab?) Pada akhirnya, siapa yang punya kuasa, dalam hal ini uang, dialah yang akan bertahan hidup.

Kualitas udara di dunia, khususnya di Indonesia sudah amat buruk. Pembangunan yang diindentikan dengan “kecepatan” membuat motor dan mobil-mobil kreditan berseliweran di jalan sambil terus memproduksi asap. Hutan-hutan di Indonesia yang notabene merupakan pemroduksi oksigen nomor satu terus saja digunduli, dibabat habis. Tentu, bukan tidak mungkin jika nanti kita terpaksa harus membeli oksigen murni agar dapat terus hidup dan bernafas. Jika nanti akhirnya persediaan oksigen di bumi habis, atau mungkin ditimbun oleh Donald Trump untuk anak cucunya, niscaya mungkin kita harus membeli oksigen di planet mars.

Advertisements

6 Comments on “mungkin suatu hari nanti kita harus membeli oksigen di mars”

  1. suluhpw says:

    tulisan yang ini?

  2. renny says:

    setidaknya ‘dosa’ kita sedikit, krn kita hanya lah penebeng dan pembonceng kendaraan bermotor.

  3. renny says:

    Ngga.
    Saya hanya minum teh, kopi, susu, dan air putih.
    Pernah minum oksigen ngga?
    Tapi air kan H2O juga, ujung2nya tetep ada oksigen (O2)

    • brigitta isabella says:

      nah kalo air emang udah ada oksigennya, kenapa juga masih ada yang jual air dengan oksigen tambahan?? ini siapa sih yang bego sebenernya? yang jual apa yang beli? :P hehe


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s